TRENDETIK.COM, JAKARTA — Ketua Dewan Pembina Koperasi Gabungan Seluruh Indonesia (GKSI), Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, S.E., M.M., menegaskan komitmen GKSI dalam memperkuat peran koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional melalui pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan digelar dalam waktu dekat.
Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin saat diwawancarai awak media di Jakarta, Jumat, 2 Januari 2026. Ia menyampaikan bahwa persiapan Rakernas Koperasi Gabungan Pedagang Seluruh Indonesia telah memasuki tahap akhir.
Alhamdulillah, hari ini persiapan Rakernas sudah hampir rampung. Sebagai Ketua Dewan Pembina, saya memastikan seluruh jajaran siap menjadikan Rakernas ini sebagai momentum besar konsolidasi koperasi dalam mendukung program pemerintah, khususnya ketahanan pangan dan penguatan ekonomi nasional, ujar Prof. Tubagus Bahrudin.
Rakernas GKSI diperkirakan akan berlangsung pada 4 hingga 6 Januari 2026 dan berlokasi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dan akan diikuti oleh perwakilan koperasi dari seluruh provinsi di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.
Agenda Rakernas meliputi rapat nasional seluruh provinsi, rapat komite, serta rapat gabungan sebagai upaya memperkuat sinergi dan soliditas koperasi secara nasional.
Menurut Prof. Tubagus Bahrudin, GKSI juga berharap kehadiran sejumlah pejabat pemerintah, termasuk Menteri Koperasi serta pimpinan kementerian terkait. Kehadiran pemerintah dinilai penting untuk menegaskan posisi koperasi sebagai pilar utama pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan merata.
Koperasi adalah soko guru pembangunan ekonomi. Rakernas ini menjadi langkah awal di tahun 2026 untuk menyusun program strategis jangka pendek, menengah, dan panjang, tegasnya.
Ia menjelaskan, program jangka pendek difokuskan pada penguatan ekonomi koperasi di seluruh daerah. Sementara program jangka menengah diarahkan pada pemberdayaan dan persiapan UMKM agar mampu mendorong kemandirian ekonomi nasional. Adapun program jangka panjang bertujuan menjadikan koperasi sebagai kekuatan utama dalam sistem perekonomian Indonesia.
Saat ini, peserta Rakernas yang telah berada di Jakarta tercatat sekitar 600 orang dan diperkirakan akan mencapai lebih dari 1.200 peserta dari seluruh Indonesia.
Prof. Tubagus Bahrudin juga menyoroti arah kebijakan pemerintah yang semakin berpihak pada ekonomi kerakyatan. Ia menilai pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan tren positif di awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Optimisme kita di awal tahun 2026 sangat besar. Pengusaha kecil dan menengah, melalui koperasi, akan menjadi kekuatan utama ekonomi Indonesia ke depan, pungkasnya.
