TRENDETIK.COM, Jakarta — Inovasi teknologi kesehatan berbasis riset internasional kembali mencuri perhatian dalam gelaran Seminar & Workshop Modern Ozone Therapy yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (17/1). Salah satu booth yang menjadi pusat perhatian peserta adalah booth PT Altrams, perusahaan yang menghadirkan dua brand kesehatan unggulan dari Korea Selatan dan Jepang. Salah satunya adalah Dr+Water, teknologi terapi hidrogen asal Korea yang diperkenalkan langsung oleh Owner PT Altrams, Amin Alam Putra.

Ditemui di sela-sela kegiatan seminar, Amin Alam Putra menjelaskan bahwa kehadiran PT Altrams dalam ajang tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkenalkan solusi kesehatan modern yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi global.

“Indonesia membutuhkan pendekatan kesehatan yang tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan dan peningkatan kualitas hidup. Karena itu kami menghadirkan teknologi kesehatan dari negara-negara yang sudah lebih dulu maju dalam riset, seperti Korea dan Jepang,” ujar Amin Alam Putra.

Ia mengungkapkan, salah satu produk unggulan yang diperkenalkan dalam seminar tersebut adalah Dr+Water, sebuah teknologi terapi hidrogen yang memanfaatkan hidrogen murni hingga 99,99 persen sebagai antioksidan alami.

“Hidrogen merupakan molekul paling kecil di dunia. Keunggulannya, ia mampu menembus membran sel dengan sangat cepat, bahkan hingga ke mitokondria dan inti sel. Inilah yang membuat terapi hidrogen sangat efektif dalam membantu tubuh melawan stres oksidatif dan radikal bebas,” jelasnya.

Amin menambahkan, Dr+Water menggunakan teknologi SPE PEM Electrolysis, sebuah sistem elektrolisis canggih yang mampu menghasilkan hidrogen murni, stabil, dan aman digunakan untuk terapi. Teknologi ini telah banyak diaplikasikan di berbagai negara sebagai bagian dari terapi kesehatan preventif dan regeneratif.

Dalam praktiknya, terapi hidrogen Dr+Water dapat diaplikasikan melalui berbagai metode, seperti inhalasi atau hirup hidrogen, konsumsi air hidrogen, perendaman tubuh, hingga aplikasi langsung pada area tertentu.

“Dr+Water kami rancang agar mudah digunakan, baik oleh klinik, pusat kesehatan, maupun individu. Pengaturan waktu terapinya fleksibel, bahkan bisa mencapai 150 menit, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna,” ujar Amin.

Ia juga menyoroti berbagai manfaat terapi hidrogen yang kini semakin dikenal di dunia medis modern. Menurutnya, terapi hidrogen dapat membantu menetralisir radikal bebas berbahaya, mengurangi peradangan, mendukung sistem imun, membantu regenerasi sel, menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, meningkatkan kualitas tidur, hingga membantu menjaga kesehatan kulit dan memperlambat proses penuaan.

“Yang penting dipahami, hidrogen bekerja sebagai antioksidan selektif. Artinya, ia hanya menetralisir radikal bebas yang merusak, tanpa mengganggu radikal bebas yang masih dibutuhkan tubuh,” kata Amin.

Selain brand asal Korea, PT Altrams juga menghadirkan brand kesehatan dari Jepang yang mengedepankan presisi teknologi dan filosofi kesehatan holistik. Menurut Amin Alam Putra, kolaborasi dua negara tersebut menjadi fondasi kuat bagi PT Altrams dalam membangun solusi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

“Korea unggul dalam inovasi dan kecepatan pengembangan teknologi kesehatan, sementara Jepang dikenal dengan pendekatan presisi dan keberlanjutan. Kami menggabungkan keunggulan keduanya untuk memberikan solusi kesehatan yang berkualitas,” ungkapnya.

Keikutsertaan PT Altrams dalam seminar ini, lanjut Amin, bukan sekadar untuk memperkenalkan produk, tetapi juga sebagai bagian dari edukasi kepada tenaga medis dan masyarakat mengenai perkembangan teknologi kesehatan modern.

“Kami ingin membuka wawasan bahwa terapi modern seperti hidrogen ini bukan untuk menggantikan pengobatan medis konvensional, melainkan sebagai terapi pendukung yang saling melengkapi,” jelasnya.

Amin berharap, ke depan terapi hidrogen seperti Dr+Water dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan secara tepat di Indonesia sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan pendekatan kesehatan preventif.

“Harapan kami, teknologi kesehatan global bisa diakses oleh masyarakat Indonesia dengan pemahaman yang benar dan penggunaan yang bertanggung jawab,” pungkas Amin Alam Putra.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *