PT Pos Properti Indonesia Tangkap Peluang Pasar Properti Domestik Lewat Diversifikasi dan Kemitraan Strategis

0
IMG-20260227-WA0068

TRENDETIK.COM, JAKARTA, 27 Februari 2026* – PT Pos Properti Indonesia sebagai anak perusahaan PT Pos Indonesia (Persero), mencatatkan pertumbuhan kinerja di tengah tekanan sektor properti yang masih dibayangi daya beli, suku bunga, dan biaya pendanaan. Strategi diversifikasi bisnis serta optimalisasi portofolio aset dinilai menjadi faktor utama yang menjaga stabilitas pendapatan perusahaan sepanjang 2025 hingga memasuki awal 2026.

Direktur PT Pos Properti Indonesia, Junita Roemawi, menyampaikan bahwa meski dinamika makroekonomi masih fluktuatif, peluang pasar properti domestik tetap terbuka seiring pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5 persen. Dengan model bisnis berbasis sewa, kerja sama pemanfaatan aset, serta pengembangan lini usaha baru, perusahaan mampu mempertahankan tren pertumbuhan pendapatan.

“Kami melihat dinamika ekonomi memang ada, tetapi kebutuhan properti yang produktif masih kuat. Dengan portofolio aset yang tersebar di berbagai kota dan diversifikasi sumber revenue, kami tetap optimistis dapat menangkap peluang pasar,” ujar Junita dalam program Property Point di CNBC Indonesia.

Junita menjelaskan, peluang pasar tidak hanya datang dari segmen residensial, tetapi juga dari perubahan pola kebutuhan ruang kerja dan gaya hidup urban. Pada segmen hunian, permintaan rumah menengah masih menunjukkan tren positif, sementara pada sektor komersial perusahaan menangkap peluang melalui pengembangan coworking space yang menawarkan fleksibilitas bagi pelaku usaha dan startup.

Memasuki 2026, permintaan ruang dinilai tetap stabil, terutama untuk aset yang memiliki fungsi jelas dan lokasi strategis. Pos Properti Indonesia pun mengembangkan optimalisasi aset melalui berbagai pendekatan, mulai dari penyewaan ruang, pengembangan creative hub berbasis heritage seperti Pos Bloc, hingga penguatan lini hospitality.

Selain itu, perusahaan mulai memperkuat konsep co-living sebagai respons terhadap kebutuhan generasi muda urban akan hunian fleksibel. Tahun ini, Pos Properti menargetkan pengembangan co-living berkonsep baru Homy Nomad di kawasan strategis Jakarta, termasuk Fatmawati dan Haji Nawi, yang terintegrasi dengan transportasi publik dan pusat aktivitas kota.

Untuk menjaga stabilitas kinerja, Pos Properti menerapkan strategi tiga pilar yakni optimalisasi aset eksisting, efisiensi operasional, serta pengembangan bisnis baru secara selektif. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan dan kesehatan keuangan perusahaan sekaligus memastikan relevansi bisnis terhadap perubahan kebutuhan pasar.

Di sisi lain, keberagaman karakter aset menjadi tantangan tersendiri dalam proses komersialisasi. Sebagian aset masih digunakan untuk operasional Pos Indonesia sehingga membutuhkan penyesuaian sebelum dapat dioptimalkan secara komersial. Untuk mempercepat proses tersebut, perusahaan mengedepankan kemitraan strategis dengan berbagai pihak.

Menutup wawancara, Junita menegaskan komitmen Pos Properti Indonesia untuk menjadi mitra solusi kebutuhan properti bagi investor dan pelaku usaha melalui model kolaborasi yang fleksibel. Dengan portofolio aset yang luas serta pendekatan bisnis adaptif, perusahaan optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah sekaligus menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *