Tokoh Nasional dan Daerah Berkumpul di Botto Lampe Bahas Masa Depan Kabupaten Barru

0
IMG-20260325-WA0094

TRENDETIK.COM, Barru — Kegiatan silaturahmi bertajuk Tudang Sipulung yang digelar di Botto Lampe, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Rabu (25/3), berlangsung khidmat dan sarat nuansa kekeluargaan. Forum ini menjadi momentum strategis yang mempertemukan para tokoh kelahiran Botto Lampe yang telah berkiprah di berbagai bidang, baik di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

Mengusung semangat mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi juga ruang konsolidasi gagasan, pengalaman, serta kontribusi nyata bagi kemajuan daerah, khususnya Kabupaten Barru.

Sekretaris Dewan Pendiri sekaligus Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Aliansi Federasi Perjuangan Indonesia (DPN AFPI), Abdul Hajar Siang, hadir dan memberikan sambutan. Ia menegaskan bahwa kebersamaan merupakan fondasi utama dalam membangun daerah yang berkelanjutan.

Dalam paparannya, Abdul Hajar Siang juga mengulas perjalanan kariernya yang telah lebih dari satu dekade berkecimpung di dunia pers berskala internasional. Selain itu, ia pernah berkiprah sebagai konsultan perusahaan tambang batubara di Kutai Timur, menjabat sebagai Anggota DPRD Kutai Timur sekaligus Ketua Fraksi, hingga dipercaya sebagai Komisaris pada perusahaan daerah (Perusda).

“Silaturahmi seperti ini adalah kekuatan besar yang harus terus dijaga. Dari kebersamaan akan lahir semangat kolektif untuk membangun daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari dan Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut karena tengah mengikuti agenda lain yang telah terjadwal.

Sejumlah tokoh kelahiran Botto Lampe turut hadir dan menyampaikan pandangan inspiratif. Adhan Wollong, pengusaha sukses sekaligus mantan Anggota DPRD Kabupaten Serui selama tiga periode, menekankan pentingnya menjaga kekompakan serta identitas sebagai putra daerah.

“Kita tidak boleh kehilangan jati diri. Kebersamaan dan kekompakan adalah kekuatan utama untuk terus memberi kontribusi bagi daerah asal,” tegasnya.

Turut hadir Nasrullah Mustamir, ahli bedah saraf dari RS Wahidin Makassar, yang mengingatkan pentingnya kesadaran kesehatan sebagai bagian integral dari pembangunan manusia.

“Kesehatan adalah fondasi utama. Tanpa itu, pembangunan sumber daya manusia tidak akan berjalan optimal,” ungkapnya.

Momen penuh makna juga hadir melalui sambutan tokoh pendidikan senior, Muha, yang sejak tahun 1966 dikenal sebagai Kepala Sekolah SD Negeri Botto Lampe. Dalam wejangan yang disampaikannya, ia menekankan pentingnya pendidikan, kedisiplinan, serta pembentukan karakter sebagai pondasi utama mencetak generasi penerus.

“Pendidikan bukan hanya soal ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan kedisiplinan. Di situlah masa depan daerah ditentukan,” tuturnya.

Ketua Panitia kegiatan, Muhsin Muha yang juga Ketua Pengadilan Agama Situbondo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tokoh lintas generasi. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti kuatnya ikatan emosional antara perantau dan kampung halaman.

“Kebersamaan ini harus terus dirawat. Dari sinilah lahir energi besar untuk mendorong pembangunan daerah ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah tokoh daerah lainnya turut hadir, di antaranya Safruddin Muttalib, mantan staf Wali Kota Parepare, Sirajuddin Siang yang pernah bertugas di wilayah Sangatta dan Samarinda, Kalimantan Timur, serta Latuo Dg Pasore, pensiunan staf Kantor Bupati Barru.

Kehadiran Rektor Universitas Alkhairaat (UNISA), Dr. Muhammad Yasin, S.E., M.P, turut memperkaya diskusi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam menciptakan generasi unggul yang berdaya saing.

“Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat menjadi kunci dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga adaptif dan kompetitif,” jelasnya.

Kegiatan Tudang Sipulung ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, diwarnai dialog konstruktif yang mempererat hubungan antar tokoh. Momentum ini diharapkan terus terjaga sebagai wadah silaturahmi sekaligus menjadi motor penggerak kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Barru di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *