TRENDETIK.COM, Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sumba Barat, Yulius Duu Paji, menegaskan bahwa Rakernas I PDI Perjuangan Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen partai terhadap pelayanan rakyat, penguatan kaderisasi, penjagaan kedaulatan demokrasi, serta pelestarian lingkungan hidup. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dengan awak media pada hari terakhir peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan dan Rakernas I PDI Perjuangan yang digelar di Ancol, Jakarta, Senin (12/1), selama 10–12 Januari 2026.
Yulius Duu Paji menjelaskan bahwa secara umum PDI Perjuangan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pemerintahan yang berjalan, namun partai juga menekankan sejumlah hal strategis yang harus menjadi perhatian serius dan ditindaklanjuti oleh seluruh kader serta jajaran pengurus hingga ke tingkat daerah.
“Partai menilai bahwa pelaksanaan pemerintahan secara umum berjalan dengan baik, tetapi tetap ada beberapa hal yang perlu menjadi koreksi dan penekanan bersama. Salah satunya adalah peningkatan pelayanan kepada masyarakat, karena ini merupakan jantung dari perjuangan PDI Perjuangan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dalam Rakernas, berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat dibahas secara mendalam dan kemudian dijadikan arahan resmi partai. Seluruh kader diminta untuk menindaklanjuti arahan tersebut secara konkret di daerah masing-masing.
Salah satu isu penting yang menjadi perhatian PDI Perjuangan adalah terkait pemilihan kepala daerah secara langsung. Menurut Yulius, partai menegaskan sikap tegas untuk tetap menghormati konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta menjaga kemurnian demokrasi agar tidak mencederai kedaulatan rakyat.
“PDI Perjuangan secara tegas meminta kepada seluruh kader agar menghormati konstitusi dan undang-undang yang mengatur pemilihan secara langsung. Jangan sampai ada sikap atau tindakan yang justru mengkhianati kedaulatan rakyat, karena rakyat adalah pemegang kekuasaan tertinggi dalam negara demokrasi,” tegasnya.
Selain persoalan demokrasi dan pelayanan publik, Rakernas I PDI Perjuangan 2026 juga menekankan penguatan kaderisasi dan konsolidasi organisasi partai. Yulius menuturkan bahwa pengkaderan harus dipersiapkan sejak dini sebagai bagian dari strategi besar partai menghadapi agenda politik nasional hingga tahun 2029.
“Pergerakan dan kaderisasi partai harus disiapkan dari sekarang. Ini menjadi bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029, baik pemilihan legislatif, pilkada, maupun pemilihan presiden. Target partai jelas, mempertahankan kemenangan dan mencetak hattrick tiga kali kemenangan berturut-turut,” katanya.
Yulius juga menambahkan bahwa selama Rakernas, para kader mendapatkan pembekalan ideologis, organisatoris, dan strategis agar mampu bekerja lebih solid dan dekat dengan rakyat. Pembekalan ini diharapkan dapat diterapkan di daerah sehingga PDI Perjuangan tetap hadir sebagai partai yang menyatu dengan kehidupan masyarakat.
“Kami dibentuk sebagai kader untuk selalu hadir di tengah rakyat. Di tingkat daerah, kami diharapkan terus bergerak bersama masyarakat, mendengar aspirasi mereka, dan memperjuangkan kepentingan rakyat secara nyata,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Yulius menekankan pentingnya perhatian terhadap lingkungan hidup. Ia menyatakan bahwa persoalan ekologi merupakan masalah bangsa yang serius, termasuk praktik penambangan legal dan ilegal, pembalakan hutan untuk alih fungsi lahan, serta pemanfaatan hasil hutan secara ilegal yang merajalela.
“Melalui Gerakan Merawat Pertiwi, PDI Perjuangan menegaskan pentingnya menghentikan praktik-praktik yang merugikan bangsa dan merusak bumi, termasuk kawasan hutan sebagai paru-paru kehidupan. Hutan adalah sumber utama kehidupan, menjaga tanah, air, dan udara, sehingga kelestariannya harus dijaga demi kesejahteraan seluruh rakyat,” tegasnya.
Menurut Yulius, PDI Perjuangan konsisten menanamkan nilai bahwa rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi. Oleh karena itu, setiap kebijakan, strategi, dan gerakan partai harus selalu berpijak pada kepentingan rakyat.
“Partai kami mengajarkan bahwa rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi. Tugas kader adalah menjaga amanat itu dengan bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat, sekaligus melindungi bumi yang menjadi sumber kehidupan mereka,” pungkasnya.
Rakernas I PDI Perjuangan 2026 menjadi tonggak konsolidasi nasional dalam memperkuat ideologi, organisasi, arah perjuangan partai, dan komitmen terhadap pelestarian lingkungan, guna memastikan keberlanjutan kepemimpinan politik yang demokratis, konstitusional, dan berpihak kepada rakyat menuju Pemilu 2029.
