Naen Soeryono: Penetapan Hari Kepercayaan 13 Juli Jadi Tonggak Pengakuan Negara bagi Penghayat Kepercayaan

0
IMG-20260706-WA0725

TRENDETIK.COM, JAKARTA, 6 Juli 2026 – Pemerintah Republik Indonesia resmi menetapkan tanggal 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 135 Tahun 2026. Penetapan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan pengakuan negara terhadap masyarakat penghayat kepercayaan sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga keberagaman budaya dan persatuan bangsa.

Keputusan itu diserahkan secara resmi dalam sebuah acara yang berlangsung di Sasana Adirasa, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (6/7). Kegiatan tersebut dihadiri para tokoh penghayat kepercayaan, pemangku kepentingan, serta perwakilan pemerintah.

Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI), Naen Soeryono, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Fadli Zon, beserta seluruh jajaran Kementerian Kebudayaan atas ditetapkannya Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap aspirasi masyarakat penghayat kepercayaan di seluruh Indonesia.

Naen menilai penetapan hari peringatan nasional ini menjadi bukti bahwa negara memberikan pengakuan, perlindungan, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat penghayat kepercayaan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari bangsa Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa penetapan tanggal 13 Juli didasarkan pada nilai historis yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan bangsa dan konstitusi. Karena itu, tanggal tersebut diharapkan menjadi simbol persatuan bagi seluruh komunitas penghayat kepercayaan dari berbagai daerah di Indonesia.

Bagi MLKI, Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat semangat melestarikan nilai-nilai luhur, membangun karakter bangsa, menjaga warisan budaya, serta mengamalkan filosofi hidup yang selaras dengan alam dan kehidupan.

Ke depan, MLKI telah menyiapkan berbagai program strategis yang mencakup jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat peran masyarakat penghayat kepercayaan dalam pembangunan nasional melalui bidang kebudayaan, pendidikan karakter, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

MLKI juga berkomitmen memperluas kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar masyarakat penghayat kepercayaan dapat berpartisipasi lebih aktif dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif sekaligus mendukung lahirnya generasi penerus yang berkarakter dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

Menutup sambutannya, Naen Soeryono mengajak seluruh masyarakat penghayat kepercayaan menjadikan setiap peringatan 13 Juli sebagai ruang untuk mempererat persaudaraan, memperkuat nilai kebangsaan, serta menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, seperti aksi sosial, pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi, dan dialog kebangsaan.

Ia menegaskan bahwa penetapan Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa merupakan hasil dari perjuangan panjang para pendahulu yang dilakukan secara damai, penuh kesabaran, dan semangat persatuan. Karena itu, momentum bersejarah tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk terus memperkuat harmoni dalam keberagaman serta menjaga persatuan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *