BPLansia Kota Batam Resmi Dilantik, Karmen Siregar Dorong Terwujudnya Lansia Sehat dan Sejahtera
TRENDETIK.COM, Batam, 10 Juli 2026 – Badan Perlindungan Lanjut Usia Indonesia (BPLansia) resmi melantik Pengurus BPLansia Kota Batam dalam sebuah acara yang berlangsung di Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi dalam mendorong peningkatan kesejahteraan, perlindungan, dan pemberdayaan lanjut usia di Indonesia.
Acara pelantikan dihadiri oleh Wali Kota Batam beserta jajaran Pemerintah Kota Batam, pimpinan dan anggota DPRD Kota Batam, Ketua BPLansia Kota Batam beserta seluruh pengurus, Pengurus Harian BPLansia Pusat, Dewan Kehormatan, Dewan Pertimbangan, tokoh masyarakat, tokoh organisasi, serta berbagai tamu undangan.
Dalam pidatonya, Ketua Umum BPLansia Pusat, Karmen Siregar, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam atas dukungan terhadap pembentukan dan penguatan organisasi BPLansia di daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen bangsa menjadi kunci dalam menciptakan kehidupan lansia yang sehat, mandiri, produktif, dan sejahtera.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Batam beserta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga pelantikan Pengurus BPLansia Kota Batam dapat terlaksana dengan baik. Semoga kepengurusan yang baru dapat menjadi wadah pengabdian bagi seluruh lanjut usia di Kota Batam,” ujar Karmen Siregar.
Dalam kesempatan tersebut, Karmen juga memaparkan sejarah berdirinya BPLansia. Ia menjelaskan bahwa organisasi tersebut resmi didirikan pada 23 Desember 2024 sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan dan peningkatan kesejahteraan lanjut usia di Indonesia.
BPLansia lahir melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan unsur serikat buruh, serikat pekerja, dunia usaha, akademisi, dan politisi. Organisasi ini diprakarsai oleh Karmen Siregar mewakili unsur serikat buruh, Idris Palar dari unsur serikat pekerja, Prof. Jimmy Heriyanto dari kalangan pengusaha, serta Robinson Napitupulu dari unsur politisi.
Deklarasi pendirian BPLansia dilaksanakan di Restoran Dekopijo, Jalan Tomang Raya Nomor 29, Jakarta Barat, setelah sebelumnya diselenggarakan seminar nasional yang menghadirkan berbagai tokoh bangsa, akademisi, dan pakar yang memiliki perhatian terhadap isu kelanjutusiaan di Indonesia.
Saat ini BPLansia diperkuat sejumlah tokoh nasional yang menjadi dewan organisasi, antara lain Utojo Usman sebagai Ketua Dewan Kehormatan, Prof. Thomas Suyatno sebagai Ketua Dewan Kehormatan, Prof. Bomer Pasaribu sebagai Ketua Dewan Pakar, Prof. Dr. Gilbert Simanjuntak sebagai Ketua Dewan Kesehatan, serta Prof. Jimmy Heriyanto sebagai Ketua Dewan Pengawas.
Dalam pidatonya, Karmen mengingatkan pentingnya implementasi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia serta Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada warga lanjut usia.
Menurutnya, regulasi tersebut menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan berbagai kebijakan, pelayanan, fasilitas, perlindungan sosial, hingga program pemberdayaan agar para lansia dapat menikmati kehidupan yang layak dan bermartabat.
Karmen menegaskan bahwa seseorang yang memasuki usia 60 tahun bukan hanya memperoleh karunia umur panjang, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat.
“Lansia harus menjadi motivator bagi keluarga dan lingkungan. Mereka harus tetap menjaga etika, sopan santun, nilai moral, serta terus membagikan pengalaman hidup kepada generasi muda. Lansia bukan beban pembangunan, tetapi aset bangsa yang memiliki pengalaman, kebijaksanaan, dan nilai-nilai luhur yang harus diwariskan,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan visi besar BPLansia yang berfokus pada tiga sasaran utama, yaitu mewujudkan Lansia Sehat, Lansia Berguna, serta Lansia Panjang Umur dan Berbahagia.
Lansia Sehat berarti mampu menjaga kesehatan jasmani, rohani, dan mental agar tetap aktif dan mandiri. Lansia Berguna adalah mereka yang terus berkarya, berbagi pengalaman, dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat. Sementara Lansia Panjang Umur dan Berbahagia merupakan harapan agar setiap lansia dapat menikmati usia panjang dalam kondisi sehat, sejahtera, damai, serta hidup bahagia bersama keluarga.
Karmen juga mengajak seluruh pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun lingkungan yang ramah lansia sehingga para lanjut usia tetap memiliki ruang untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional.
Kepada Pengurus BPLansia Kota Batam yang baru dilantik, ia berpesan agar menjadikan organisasi sebagai rumah pengabdian, rumah pelayanan, dan rumah kebersamaan bagi seluruh lansia di Kota Batam.
“Saya berharap Pemerintah Kota Batam terus memberikan arahan, pembinaan, dan dukungan kepada BPLansia Kota Batam sehingga seluruh program dapat berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, produktif, bermartabat, dan sejahtera,” katanya.
Menutup pidatonya, Karmen Siregar menyampaikan penghargaan kepada Wali Kota Batam beserta seluruh jajaran Pemerintah Kota Batam atas komitmen mereka dalam mendukung perlindungan dan pemberdayaan lanjut usia. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan BPLansia dapat terus diperkuat demi menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi para lansia di Indonesia.
Pelantikan Pengurus BPLansia Kota Batam diharapkan menjadi langkah awal memperluas peran organisasi di daerah sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang semakin ramah terhadap lanjut usia sesuai amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 dan Strategi Nasional Kelanjutusiaan.
