KAMOME Gelar Mubes X, H. Jamal Suni Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Perkuat Solidaritas Warga Meukek di Jabodetabek

0
IMG-20260719-WA0110

TRENDETIK.COM, JAKARTA, 19 Juli 2026 – Keluarga Masyarakat Meukek (KAMOME) Se-Jabodetabek menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) X di Badan Penghubung Pemerintah Aceh, Jakarta, Minggu (19/7/2026). Agenda ini menjadi momentum penting bagi organisasi untuk memilih kepengurusan periode berikutnya sekaligus memperkuat tali silaturahmi masyarakat Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, yang menetap di wilayah Jabodetabek.

Musyawarah dihadiri oleh tokoh masyarakat, para sesepuh, pengurus, serta warga Meukek dari berbagai daerah. Jalannya kegiatan dipimpin Ketua Panitia Darmawan Amir yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya Mubes X dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan.

Di sela-sela pelaksanaan Mubes, Keuchik KAMOME H. Jamal Suni menjelaskan bahwa KAMOME merupakan organisasi paguyuban masyarakat Meukek di perantauan yang telah berdiri sejak tahun 1974. Menurutnya, organisasi ini lahir sebagai wadah untuk menjaga ikatan kekeluargaan di antara masyarakat Meukek yang merantau ke Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

“KAMOME dibentuk oleh para pendahulu sebagai tempat mempererat silaturahmi warga Meukek di tanah rantau. Jauh dari kampung halaman membuat kita membutuhkan kebersamaan agar dapat saling mendukung dalam berbagai kondisi kehidupan,” ujar H. Jamal Suni.

Ia menuturkan, selama lebih dari lima dekade, KAMOME tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi sesama perantau, tetapi juga berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan anggota.

Menurutnya, budaya saling membantu terus dijaga melalui kehadiran organisasi dalam berbagai momentum, mulai dari menghadiri acara pernikahan, takziah, membantu keluarga yang berduka, hingga memberikan dukungan kepada anggota yang mengalami musibah atau kesulitan ekonomi.

“Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama organisasi ini. Ketika ada anggota yang sakit, mengalami musibah, atau membutuhkan bantuan, kami berusaha hadir memberikan dukungan baik secara moral maupun material,” katanya.

H. Jamal Suni mengungkapkan, hingga saat ini jumlah anggota KAMOME yang telah terdata mencapai sekitar 300 orang. Namun, ia meyakini masih banyak warga asal Kecamatan Meukek yang berdomisili di Jabodetabek dan belum bergabung karena berbagai faktor, termasuk perpindahan tempat tinggal maupun pekerjaan.

Ia berharap ke depan pendataan anggota dapat terus ditingkatkan sehingga seluruh masyarakat Meukek di perantauan dapat terhubung dalam satu wadah kekeluargaan.

Dalam kesempatan itu, H. Jamal Suni juga menjelaskan bahwa penggunaan istilah “Keuchik” sebagai pimpinan organisasi merupakan bentuk pelestarian budaya Aceh.

“Keuchik adalah sebutan kepala desa di Aceh. Kami mempertahankan istilah tersebut sebagai bagian dari identitas budaya agar nilai-nilai adat dan tradisi tetap hidup meskipun berada di luar daerah asal,” jelasnya.

Mengenai pelaksanaan Musyawarah Besar X, ia berharap seluruh rangkaian pemilihan berlangsung secara demokratis dengan mengedepankan semangat persaudaraan dan musyawarah mufakat.

Menurutnya, pergantian kepemimpinan hendaknya menjadi sarana memperkuat organisasi, bukan menjadi pemicu perpecahan akibat perbedaan pilihan.

“Yang terpenting bukan siapa yang terpilih, tetapi bagaimana seluruh keluarga besar KAMOME tetap bersatu. Kepengurusan baru diharapkan mampu merangkul seluruh anggota dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” tegasnya.

H. Jamal Suni yang memimpin KAMOME pada periode 2023–2026 menegaskan dirinya tidak lagi bersedia maju sebagai calon Keuchik. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen terhadap regenerasi kepemimpinan agar organisasi terus berkembang dengan gagasan dan semangat baru.

“Saya merasa sudah saatnya memberikan kesempatan kepada generasi berikutnya. Organisasi akan semakin maju jika regenerasi berjalan dengan baik sehingga muncul energi, inovasi, dan pemikiran baru untuk membawa KAMOME lebih berkembang,” ungkapnya.

Meskipun tidak lagi memimpin organisasi, H. Jamal Suni memastikan dirinya tetap akan berkontribusi sebagai pembina dan siap memberikan dukungan kepada kepengurusan baru demi menjaga eksistensi serta kemajuan KAMOME.

“Pengabdian tidak harus melalui jabatan. Saya tetap siap membantu organisasi dengan pengalaman, pemikiran, dan tenaga agar KAMOME terus berkembang dan semakin bermanfaat bagi seluruh warga Meukek di perantauan,” ujarnya.

Selain melaksanakan Musyawarah Besar, KAMOME selama ini juga konsisten menjalankan berbagai program sosial, seperti halal bihalal, buka puasa bersama, santunan anak yatim, bantuan bagi fakir miskin dan janda, serta aksi kemanusiaan untuk anggota yang membutuhkan.

Menutup keterangannya, H. Jamal Suni berharap KAMOME tetap menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat Meukek di Jabodetabek yang mampu menjaga nilai-nilai persaudaraan, memperkuat solidaritas, serta terus memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh, khususnya warga Meukek di tanah rantau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *