Dari Reaksi Emosional ke Sikap Bijak, Ustadz Darul Yusuf Dukung Penyelidikan Polisi
TRENDETIK.COM, Deli Serdang – Ustadz Muhammad Darul Yusuf, pimpinan pondok pesantren sekaligus tokoh organisasi masyarakat di wilayah Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, menegaskan komitmennya untuk menjaga situasi tetap kondusif menyusul dugaan teror berupa penemuan kepala babi di selasar Masjid Al Hidayah, Sei Mencirim.
Diketahui, Muhammad Darul Yusuf merupakan salah satu pihak pertama yang menerima informasi terkait peristiwa tersebut. Ia mengaku dihubungi langsung dan menerima foto serta video dari lokasi kejadian yang berada di area masjid yang diasuh oleh Ustadz Khairul Ghozali.
“Atas informasi awal yang saya terima, saya sempat merasa terpanggil dan bereaksi secara emosional, mengingat lokasi kejadian berada di tempat ibadah,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada saat itu terdapat dorongan untuk menggalang massa sebagai bentuk solidaritas terhadap dugaan penodaan tempat ibadah. Dorongan tersebut, menurutnya, juga datang dari pihak pengurus masjid agar ia turut mengambil peran dalam menyuarakan keprihatinan.
Sebagai bentuk respons cepat, informasi berupa foto dan video tersebut kemudian diteruskan kepada sejumlah pihak, termasuk aparat kepolisian di lingkungan Polda Sumatera Utara dan Polrestabes Medan, dengan harapan kasus tersebut segera diusut secara tuntas.
Namun demikian, setelah memperoleh penjelasan awal terkait kronologi kejadian serta hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), sikap Muhammad Darul Yusuf mengalami perubahan. Ia menilai terdapat beberapa informasi yang tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan.
“Saya menerima penjelasan dari pihak terkait dan melihat langsung adanya proses penyelidikan. Karena itu, saya memilih untuk bersikap lebih bijak dan menahan diri,” katanya.
Ia juga menyampaikan keberatannya terhadap sejumlah narasi yang dinilai menyudutkan dirinya dalam peristiwa tersebut.
Dalam perkembangan terbaru, Muhammad Darul Yusuf menyatakan kesiapannya untuk membantu aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Medan dan Sumatera Utara.
Ia menegaskan pentingnya menahan diri dan tidak terprovokasi, sembari memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional.
“Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya kalangan aktivis dan organisasi Islam, untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Kita percayakan sepenuhnya kepada aparat untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh,” tegasnya.
Menurutnya, menjaga kondusifitas merupakan langkah penting guna mencegah potensi konflik sosial yang lebih luas. Ia juga mengaku melihat adanya keseriusan dari aparat kepolisian dalam menangani kasus tersebut.
Press release ini diharapkan dapat menjadi penyejuk di tengah situasi sensitif, sekaligus mengedepankan pentingnya persatuan dan kepercayaan terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
