Sari W. Pranomo: Saatnya Perempuan PAN Ambil Peran Lebih Besar di Ruang Publik dan Politik

0
IMG-20260619-WA0179

TRENDETIK.COM, JAKARTA – Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Perempuan Amanat Nasional (DPP PUAN) periode 2025–2030 menjadi momentum penting bagi penguatan kepemimpinan perempuan di lingkungan Partai Amanat Nasional (PAN). Salah satu pengurus yang baru dilantik, Sari W. Pranomo, menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PUAN dan memperluas kontribusi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.

Usai pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026), Sari menegaskan bahwa DPP PUAN akan berfokus pada penguatan kapasitas kader perempuan agar semakin siap mengambil peran strategis, baik di bidang politik maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.

Sari mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk bergabung dalam jajaran pengurus pusat setelah sebelumnya memimpin PUAN DKI Jakarta.

“Ini merupakan amanah yang sangat besar. Dari Ketua PUAN DKI Jakarta, kini saya dipercaya menjadi Wakil Sekretaris Jenderal DPP PUAN. Tentu kepercayaan ini harus dijawab dengan kerja nyata dan pengabdian yang lebih luas bagi perempuan Indonesia,” ujarnya.

Menurut Sari, keberadaan PUAN tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah keterwakilan perempuan dalam politik, tetapi juga memastikan perempuan memiliki kemampuan, wawasan, dan kompetensi yang memadai untuk menjalankan tugas kepemimpinan.

Ia menilai tantangan perempuan saat ini bukan lagi sekadar memperoleh ruang, melainkan bagaimana memanfaatkan ruang tersebut untuk menghasilkan perubahan yang nyata.

“Perempuan harus dibekali dengan pemahaman politik yang baik, kemampuan kepemimpinan, dan keberanian mengambil keputusan. Jadi bukan hanya hadir sebagai pelengkap atau memenuhi kuota, tetapi benar-benar menjadi penggerak perubahan,” katanya.

Sari menjelaskan bahwa DPP PUAN ke depan akan memperkuat berbagai program yang menyentuh kebutuhan perempuan di tingkat akar rumput, mulai dari pendidikan politik, pemberdayaan ekonomi, pengembangan usaha perempuan, hingga peningkatan kapasitas kepemimpinan.

Menurutnya, perempuan yang kuat akan melahirkan keluarga yang kuat, dan pada akhirnya berkontribusi terhadap pembangunan bangsa secara keseluruhan.

“Kami ingin program-program PUAN lebih dekat dengan masyarakat. Perempuan di daerah harus merasakan manfaat langsung dari keberadaan organisasi ini. Karena itu, pendekatan yang dilakukan harus lebih membumi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sari juga mengapresiasi komitmen Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang memberikan perhatian besar terhadap peningkatan peran perempuan di dalam partai.

Menurutnya, arahan Zulkifli Hasan yang menyebut perempuan akan mendapatkan kesempatan seluas-luasnya merupakan sinyal kuat bahwa PAN membuka ruang yang besar bagi kader perempuan untuk berkembang.

“Ketua Umum PAN sudah menegaskan bahwa perempuan akan diberikan kesempatan yang luas. Ini menjadi peluang yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh kader perempuan. Kesempatan itu harus dijawab dengan kualitas, kerja keras, dan prestasi,” katanya.

Ia optimistis semakin banyak perempuan PAN yang akan tampil sebagai pemimpin di berbagai bidang, baik di legislatif, eksekutif, organisasi kemasyarakatan, maupun sektor profesional lainnya.

Selain agenda penguatan organisasi, Sari mengungkapkan bahwa DPP PUAN juga tengah mempersiapkan sejumlah kegiatan perempuan berskala nasional dan internasional yang akan menjadi bagian dari program kerja kepengurusan baru.

Melalui berbagai program tersebut, DPP PUAN diharapkan mampu melahirkan perempuan-perempuan yang mandiri, berdaya saing, dan siap berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.

“Kami percaya perempuan Indonesia memiliki kemampuan yang luar biasa. Yang dibutuhkan adalah kesempatan, pembinaan, dan dukungan yang berkelanjutan. Ketika ruang itu diberikan, perempuan mampu menjadi yang terdepan dan membawa perubahan positif bagi masyarakat,” pungkas Sari W. Pranomo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *