“Ghost in The Cell” Joko Anwar Siap Tayang, Gala Premiere Digelar di Jakarta Hari Ini
Trendetik, Jakarta.- Industri perfilman Indonesia kembali diramaikan oleh karya terbaru sutradara Joko Anwar berjudul Ghost in The Cell. Film bergenre horor komedi ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 16 April 2026 dan telah menarik perhatian luas, baik di dalam maupun luar negeri.
Antusiasme publik terhadap film ini terbilang tinggi. Bahkan sebelum penayangan resminya, Ghost in The Cell sudah mengamankan distribusi di sedikitnya 86 negara, menjadikannya salah satu film Indonesia dengan jangkauan internasional terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Tak hanya itu, film produksi Come and See Pictures tersebut juga menggelar gala premiere dan press screening pada hari ini, Kamis (9/4/2026), di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan. Acara ini menjadi momentum awal bagi insan perfilman dan media untuk menyaksikan langsung karya terbaru Joko Anwar sebelum dirilis ke publik.
Kisah Horor di Balik Jeruji Besi
Ghost in The Cell mengangkat latar kehidupan di Lapas Labuhan Angsana yang keras dan penuh penindasan. Para narapidana harus bertahan di tengah kekerasan, konflik internal, serta kesewenang-wenangan aparat lapas.
Situasi semakin mencekam ketika seorang tahanan baru, mantan jurnalis dengan masa lalu kelam, masuk ke dalam penjara. Kehadirannya memicu rangkaian kejadian misterius yang sulit dijelaskan secara logika.
Satu per satu narapidana tewas secara brutal dalam kondisi tak wajar. Teror tersebut diyakini berkaitan dengan kekuatan gaib yang memburu individu dengan energi negatif terbesar. Lapas pun berubah menjadi tempat penuh ketakutan dan kecurigaan.
Dalam kondisi genting, para tahanan berusaha bertahan hidup dengan menjaga sikap dan emosi. Mereka mulai percaya bahwa hanya dengan mempertahankan aura positif, mereka bisa selamat. Namun, hal itu tidak mudah dilakukan di tengah sistem yang korup dan penuh tekanan.
Pada akhirnya, para narapidana dipaksa bersatu, meninggalkan konflik lama, untuk menghadapi ancaman ganda: kekuasaan yang menindas dan teror supranatural yang mengintai.
Deretan Pemeran Ternama
Film ini dibintangi sejumlah aktor papan atas Indonesia, di antaranya Abimana Aryasatya, Arswendy Bening Swara, Lukman Sardi, Morgan Oey, hingga Aming Sugandhi. Kehadiran para aktor ini semakin memperkuat daya tarik film dari sisi akting dan karakter.
Tembus Festival Internasional
Ghost in The Cell juga mencatat prestasi di kancah global dengan tampil di Berlin International Film Festival 2026 (Berlinale). Film ini bahkan mencatatkan penjualan tiket yang habis terjual saat pemutaran perdananya.
Joko Anwar menyebut keikutsertaan film ini di Berlinale sebagai bukti bahwa cerita lokal Indonesia mampu berbicara di level internasional.
Lebih dari Sekadar Horor
Di balik balutan horor dan komedi, film ini juga menyisipkan kritik sosial yang tajam. Isu seperti penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, dan sistem hukum yang tidak adil menjadi bagian penting dalam narasi.
Melalui latar penjara, Joko Anwar menghadirkan metafora kondisi sosial yang lebih luas—tentang perjuangan melawan ketidakadilan sekaligus menghadapi “teror” yang tak kasat mata.
Dengan kombinasi cerita yang kuat, jajaran pemain ternama, serta pengakuan internasional, Ghost in The Cell diprediksi menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinantikan tahun ini.
