“Para Perasuk” Tawarkan Perspektif Baru tentang Emosi dan Ambisi, Tayang 23 April 2026

0
IMG_20260417_212813

TrenDetik.com, Jakarta.— Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya segar melalui film Para Perasuk, garapan sutradara Wregas Bhanuteja. Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 23 April 2026, dengan mengusung pendekatan unik dalam mengangkat dinamika emosi manusia.

Berbeda dari gambaran umum, Para Perasuk memaknai kerasukan bukan sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai medium ekspresi emosional. Film ini menggambarkan bagaimana manusia menghadapi ambisi, luka masa lalu, hingga proses berdamai dengan diri sendiri melalui simbol “pesta kerasukan” yang menjadi pusat cerita.

Wregas Bhanuteja menuturkan bahwa film ini berangkat dari kegelisahan yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Tokoh utama, Bayu (diperankan Angga Yunanda), digambarkan sebagai sosok yang terobsesi menjadi perasuk terbaik, di tengah ancaman penggusuran desa tempat tinggalnya. Konflik tersebut mencerminkan dilema antara ambisi pribadi dan tanggung jawab terhadap orang-orang terdekat.

Sebelum tayang di Indonesia, Para Perasuk telah lebih dulu mendapat perhatian di kancah internasional. Film ini melakukan pemutaran perdana dunia di Sundance Film Festival 2026, serta turut berkompetisi di sejumlah festival film bergengsi seperti Miami Film Festival, Fantaspoa Brasil, hingga MOOOV Belgia.

Antusiasme publik dalam negeri pun terlihat dari rangkaian penayangan terbatas di 14 kota yang seluruh tiketnya terjual habis. Respons positif banyak datang dari penonton yang mengapresiasi kekuatan akting para pemain serta energi kolektif yang berhasil membangun cerita secara utuh.

Diproduksi oleh Rekata Studio, film ini melibatkan produser Iman Usman, Amalia Rusdi, dan Siera Tamihardja. Deretan pemain yang terlibat antara lain Angga Yunanda, Anggun, Maudy Ayunda, Chicco Kurniawan, Bryan Domani, Indra Birowo, dan Ganindra Bimo.

Angga Yunanda mengungkapkan bahwa karakter Bayu terasa sangat dekat dengan dirinya. Ia menilai kisah dalam film ini merepresentasikan perjalanan anak muda dalam mencari jati diri, sekaligus menghadapi ambisi yang kerap berbenturan dengan realitas.

Sementara itu, Maudy Ayunda menyebut keterlibatannya dalam film ini sebagai pengalaman yang menantang. Melalui karakter Laksmi, ia mengeksplorasi proses “melepaskan kontrol” dan mengandalkan intuisi dalam mengekspresikan emosi, termasuk melalui gerakan tari yang menjadi bagian penting dalam film.

Dari sisi visual dan artistik, Para Perasuk menghadirkan pendekatan yang berbeda. Koreografi yang digarap oleh Siko Setyanto dirancang secara orisinal untuk merepresentasikan berbagai spektrum emosi, menjadikan tubuh sebagai medium utama ekspresi.

Aktris Anggun menilai gaya bertutur Wregas selalu mampu menggugah penonton untuk merenungkan berbagai persoalan sosial dan personal. Ia berharap film ini dapat meninggalkan kesan mendalam sekaligus membuka perspektif baru.

SinopsisFilm ini berlatar di Desa Latas, sebuah wilayah yang dikenal dengan tradisi pesta kerasukan. Ketika sumber mata air keramat terancam hilang akibat penggusuran, Bayu berusaha menjadi perasuk utama demi menyelamatkan desanya. Namun dalam prosesnya, ia dihadapkan pada kenyataan bahwa ambisi saja tidak cukup untuk mencapai tujuan tersebut.

Dengan pendekatan drama-fantasi yang kuat, Para Perasuk tidak hanya menghadirkan tontonan yang berbeda, tetapi juga mengajak penonton untuk memahami emosi manusia dari sudut pandang yang lebih dalam.

Film ini akan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 23 April 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *