Dharma Santi Nasional Nyepi 2026 di Bali, Presiden Prabowo Soroti Harmoni dan Persatuan Bangsa

0
Oplus_131072

Oplus_131072

TRENDETIK.COM, Bali, 18 April 2026 — Perayaan Dharma Santi Nasional sebagai bagian dari rangkaian Hari Raya Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 M berlangsung khidmat dan penuh makna di kawasan Ardha Candra Art Centre. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguatan nilai kebersamaan dalam kehidupan berbangsa.

Acara diawali dengan pelaksanaan Puja Trisandya yang dipimpin oleh Ida Pandita Mpu Jaya Santika Wira Yoga, diikuti ribuan umat Hindu dan undangan yang hadir dengan penuh kekhusyukan. Sekitar 5.500 peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, pemuka agama, mahasiswa, hingga komunitas lintas iman, turut memeriahkan kegiatan ini.

Mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga Nusantara Harmoni Indonesia Maju”, Dharma Santi tahun ini menegaskan pesan universal tentang persaudaraan umat manusia tanpa sekat. Dalam dharma wacana yang disampaikan oleh Ida Pedanda Gede Made Putra Kekeran, umat diajak menjadikan momentum Nyepi sebagai ruang introspeksi diri guna membangun kehidupan yang lebih harmonis, damai, dan penuh kasih.

Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia, Wisnu Bawa Tenaya, menekankan pentingnya menjaga persatuan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari praktik ajaran Dharma.

“Melalui Dharma Santi ini, kita diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan keharmonisan hidup. Ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud nyata pengamalan nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ketua Panitia, Made Susila, menambahkan bahwa Dharma Santi merupakan puncak rangkaian Nyepi yang berfungsi mempererat persaudaraan, tidak hanya di kalangan umat Hindu, tetapi juga antarumat beragama di Indonesia.

Sejumlah pejabat negara turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, serta Gubernur Bali Wayan Koster.

Dalam sambutannya, Giring Ganesha menyampaikan bahwa Nyepi bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momen untuk kembali memahami jati diri manusia di tengah dinamika kehidupan modern.

Sementara itu, Pratikno menegaskan bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Nyepi dan Dharma Santi memiliki relevansi besar dalam menjaga stabilitas sosial, terlebih di tengah dinamika global yang penuh tantangan.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sambutan yang disampaikan melalui tayangan video, menyampaikan apresiasi kepada umat Hindu yang konsisten menjaga nilai Tri Hita Karana sebagai fondasi kehidupan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan.

Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat persatuan dan menjaga harmoni sosial sebagai kunci utama dalam mendorong kemajuan Indonesia.

“Nilai-nilai Tri Hita Karana adalah kekuatan bangsa dalam menjaga keseimbangan kehidupan. Mari kita jaga persatuan demi Indonesia yang maju dan damai,” pesan Presiden.

Rangkaian acara turut dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya Bali, mulai dari tarian tradisional hingga bondres, yang semakin memperkuat suasana kebersamaan dan kekayaan budaya nusantara.

Seluruh kegiatan berlangsung tertib, penuh hikmat, serta mencerminkan semangat toleransi dan persatuan dalam keberagaman. Dharma Santi Nasional 2026 menjadi simbol nyata bahwa harmoni sosial dan spiritual tetap menjadi fondasi penting dalam perjalanan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *